Cara Riset Kata Kunci dan Jenis-Jenis Keyword

Cara riset kata kunci tentu dibutuhkan oleh semua praktisi SEO, terutama untuk yang masih pemula.

Ini karena kata kunci yang tepat menjadi salah satu hal yang dibutuhkan agar sebuah tulisan dapat muncul di halaman pertama mesin pencari Google.

Untuk definisi dari keyword atau kata kunci sendiri, yakni intinya kata yang sering dimasukkan oleh orang di mesin pencari Google.

Contohnya seperti ini,

Apabila niche blog yang sedang Anda kelola adalah tentang sepak bola, maka kira-kira kata kunci apa saja yang sering diketikkan orang di Google Search Engine? Tentu banyak sekali!

Misalnya ‘Hasil Pertandingan Barcelona vs Real Madrid’, ‘Goal Terbaik 2017’, ‘Klasemen Liga Inggris’, dan lain sebagainya.

Tanpa adanya riset keyword yang benar, maka langkah optimasi SEO, baik On Page ataupun Off Page, tak akan berjalan dengan sempurna.

Malah bisa jadi Anda akan mendapatkan kerugian berupa waktu hingga biaya selama mengelola website.

Untuk itulah, pada ulasan kali ini kami akan membahas trik dan tips untuk riset keyword agar langkah optimasi website yang Anda lakukan berjalan dengan mulus.

Jenis-Jenis Keyword atau Kata Kunci

Jenis-jenis Keywords

Namun sebelum mengulas tentang cara riset kata kunci atau keyword, Anda harus tahu dahulu dong tentang jenis-jenis keyword.

Secara garis besar, terdapat 4 jenis keyword yakni short tail keyword, long tail keyword, keyword abadi, dan keyword musiman.

Lantas apa bedanya?

Untuk mengetahui perbedaannya, simak ulasan kami berikut ini:

Short Tail Keyword

Ini adalah jenis kata kunci yang umumnya hanya terdiri dari satu hingga dua kata saja.

Contohnya adalah “android”, “android terbaru”, “smartphone murah”, dan sebagainya.

Sebagai kata kunci yang relatif pendek, tentu saja persaingannya di Google Search Engine sangatlah ketat. Sangat sulit untuk bersaing dengan menggunakan short tail keyword kecuali Anda memiliki ilmu SEO tingkat tinggi.

Long Tail Keyword

Kalau jenis keyword yang satu ini, memiliki panjang antara 3 hingga 5 kata. Contohnya adalah “daftar android paling canggih”, “smartphone RAM 4GB terbaru”, “smartphone RAM 4GB 2 jutaan”, “daftar smartphone terbaru 2017”, dan lain sebagainya.

Untuk Anda yang masih pemula di dunia SEO, menggunakan long tail keyword lebih direkomendasikan. Ini karena tingkat persaingannya di mesin pencari relatif lebih rendah.

Tapi yang harus Anda ketahui adalah bahwa trafik dari long tail keyword tak sebanyak short tail keyword, kecuali Anda dapat menemukan keyword yang bagus dan berkualitas. Maksudnya adalah long tail keyword yang memiliki kemungkinan tinggi untuk diketikkan di mesin pencari oleh pengguna internet.

Keyword Abadi

Seperti namanya, keyword abadi adalah jenis keyword yang tak akan habis di makan zaman. Dengan kata lain, keyword yang digunakan adalah keyword yang akan selalu digunakan oleh orang di mesin pencari.

Contohnya adalah “tips menghilangkan bau badan”, “cara root android”, “goal terbaik sepanjang masa”, dan sebagainya.

Keyword Musiman

Ini adalah jenis keyword yang merupakan kebalikan dari keyword abadi. Maksudnya, keyword musiman adalah keyword yang digunakan untuk peristiwa tertentu saja.

Biasanya keyword ini digunakan oleh website yang memuat berita dan informasi.

Contohnya adalah “hasil liga champion Barcelona vs Atletico Madrid”, “klasemen Liga Inggris bulan November 2017”, dan sebagainya.

Cara Riset Keyword

Keyword Research

Setelah mengetahui tentang jenis-jenis keyword, kini saatnya Anda tahu tentang cara riset kata kunci yang dapat digunakan untuk optimasi website Anda.

Untuk itu, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan mulai dari mencari benih keyword atau keyword inti hingga eksekusi keyword.

1. Carilah Benih Keyword

Maksudnya, Anda harus mencari keyword utama yang berhubungan dengan niche website Anda.

Nah, dari benih keyword inilah yang nantinya dapat digunakan untuk menentukan keyword turunan.

Mengapa kami menyebutnya benih keyword?

Karena keyword ini merupakan inti dari sebuah kata kunci yang akan dimasukkan ke mesin pencari Google.

Pada umumnya, benih keyword hanya terdiri dari satu hingga dua kata saja, sehingga dapat dikategorikan sebagai short tail keyword.

Lantas bagaimana cara menentukan benih keyword?

Sebenarnya Anda tak membutuhkan cara khusus, cukup andalkan insting saja. Pikirkan kira-kira keyword apa yang cocok untuk niche website Anda.

Masih bingung?

Jadi seperti ini, apabila niche website Anda mengulas tentang teknologi, maka ada beberapa benih keyword yang dapat diambil yakni “komputer”, “internet”, “gadget”, “smartphone”, “software”, dan lain sebagainya.

2. Tentukan Long Tail Keyword

Setelah menemukan benih keyword, maka Cara riset kata kunci selanjutnya adalah dengan menentukan long tail keyword yang akan digunakan.

Untuk mencari benih keyword, Anda dapat melakukannya dengan dua cara yakni tanpa software atau dengan menggunakan software.

Apabila Anda tak ingin menggunakan software, langkah yang dapat dilakukan adalah pergi ke laman pencarian Google.

Setelah itu masukkan short tail keyword dan lihatlah pada bagian paling bawah halaman pencarian.

Di sana terdapat rekomendasi keyword yang mungkin dapat Anda gunakan. Misalnya Anda memasukkan kata “smartphone android”, biasanya mesin pencari Google akan memberikan keyword rekemondasi menjadi “smartphone android harta 3 jutaan”, “smartphone android murah 2017”, dan sebagainya.

Namun hal yang harus Anda ketahui cara ini terbukti kurang efektif digunakan untuk optimasi SEO website karena selain tingkat persaingan tinggi, long tail keyword yang digunakan juga kurang berkualitas.

Untuk cara selanjutnya adalah dengan menggunakan software atau tools.

Saat ini sudah banyak sekali software yang dapat digunakan untuk mencari long tail keyword.

Misalnya pada laman ubersuggest.org Anda dapat melakukan riset keyword.

Cukup masukkan kata kunci yang ingin Anda gunakan, dan di sana akan muncul opsi long tail keyword.

Setelah menemukan semua kata kunci turunan, Anda cukup menyimpannya pada komputer agar nantinya dapat digunakan sebagai kata kunci pada artikel sebagai langkah optimasi SEO website Anda.

Sangat mudah sekali, kan?

3. Lakukan Analisis Jumlah Pencarian Keyword

Pada langkah selanjutnya, lakukan analisis terhadap jumlah pencarian keyword yang telah Anda dapatkan tadi.

Nah, untuk langkah yang satu ini, Anda dapat memanfaatkan Google Ads Keyword Planner.

Caranya pun cukup mudah. Anda hanya perlu masuk ke Google Ads Keyword Planner dan klik tombol get search volume data and trends. Setelah itu, upload file dimana Anda menyimpan keyword tadi.

Langkah terakhir, klik get search volume dan download.

Pada file yang Anda download tersebut, di dalamnya terdapat berbagai macam kata kunci sekaligus jumlah pencariannya.

Cukup pilih kata kunci mana yang tepat dan ingin Anda gunakan.

Hal yang harus Anda ketahui adalah data yang diberikan oleh Google Planner tak selamanya akurat. Misalnya terdapat penjelasan bahwa kata kunci ‘Android Termurah 2017’ memiliki total jumlah pencarian sebanyak 10.000 pencarian perbulan, bukan berarti Anda juga akan mendapatkan trafik pengunjung sebanyak itu pula.

Anda dapat mendapatkan trafik yang lebih sedikit atau bahkan lebih banyak.

4. Eksekusi Keyword

Setelah menemukan keyword yang tepat, apalagi yang Anda tunggu?

Tinggal eksekusi keyword tersebut pada artikel yang akan dipublikasikan di website Anda.

Dengan menggunakan cara riset kata kunci di atas serta langkah optimasi SEO yang tepat, maka lambat laun website Anda akan mendapatkan peringkat bagus serta trafik pengunjung yang tinggi

Leave a Comment

Panduan: Full-stack

Digital Marketing