Carousel di Instagram atau LinkedIn seringkali memiliki slide pertama yang hanya berisi kalimat klise seperti ‘Swipe untuk tahu lebih banyak!’ atau ‘Jangan cuma scroll, lihat ini!’. Akibatnya, orang cenderung melewati konten tersebut sebelum isinya sempat terbuka.
Banyak orang mengira hook cukup dibuat penasaran. Di tengah arus konten yang padat, rasa penasaran saja jarang cukup untuk menghentikan jempol orang yang sedang scroll.
Kenapa Pendekatan Umum Sering Keliru
Kalau kamu cuma menyuruh orang untuk swipe, kamu belum memberi alasan yang kuat. Yang kamu berikan baru instruksi, belum nilai.
Audiens bergerak cepat. Kalau slide pertama tidak langsung menjanjikan solusi atau manfaat yang relevan, mereka akan lewat. Mereka mencari jawaban, bukan teka-teki.
Bayangkan sampul buku yang cuma bertuliskan, ‘Baca buku ini!’. Bandingkan dengan sampul yang langsung berkata, ‘Temukan cara mengatasi burnout dalam 7 hari’. Mana yang lebih menarik?
Yang pertama hanya perintah. Yang kedua memberi janji yang jelas.
Kebanyakan hook carousel terlalu umum. Mereka berharap audiens mau meluangkan waktu untuk mencari tahu isi carousel, padahal perhatian orang selalu terbatas.
Yang Saya Pakai
Slide pertama carousel sebaiknya langsung berisi janji atau solusi singkat. Ini bukan hanya ajakan ‘ayo swipe’, melainkan penegasan ‘ini yang akan kamu dapatkan kalau swipe’.
Saya biasanya mulai dari pertanyaan atau pernyataan yang menyentuh masalah audiens, lalu memberi teaser yang singkat dan konkret.
Misalnya, daripada judul ‘Tips SEO untuk Bisnis Kecil’, saya akan pakai:
- ‘Bisnis Kecil Kamu Susah Muncul di Google? Ini 3 Cara Biar Gak Kalah Sama Kompetitor Besar.’
Untuk topik desain:
- ‘Logo Kamu Terlihat Murahan? Mungkin Ini Penyebabnya.’
Untuk topik website, saya akan mulai dengan sesuatu yang langsung kena:
- ‘Website Sudah Rapi Tapi Kok Gak Dipercaya Orang?’
Hook seperti ini langsung memberi tahu pembaca, ‘Ini untuk saya, dan ini akan membantu saya mengatasi masalah tertentu’. Pertanyaan tak terucap mereka juga langsung terjawab, ‘Apa untungnya buat saya?’
Langkahnya sederhana. Tentukan satu masalah utama atau satu manfaat terbesar yang dibahas carousel itu, lalu jadikan itu hook.
Hook yang bagus merangkum janji paling kuat dari seluruh carousel. Prinsip ini juga kepakai saat kamu menyusun strategi konten secara keseluruhan.
Slide pertama carousel sebaiknya bekerja seperti etalase. Orang yang lewat langsung paham, ‘ini yang saya cari’.