Follow
Follow

Perbedaan Mencolok Invoice Digital vs Invoice Kertas

Sebagai pelaku bisnis tentu kita membutuhkan nota yang bernama invoice, nota ini sangat diperlukan sebagai catatan pembelian dan tagihan pembayaran. Terlepas bidang usaha yang dijalani, bisa dipastikan kalau semua usaha membutuhkan invoice dalam pembayarannya.

Umumnya, invoice merupakan nota yang dibuat dalam bentuk kertas. Catatan belanja yang dilakukan penjual dan pembeli semua dicatat di nota kertas tersebut. Tapi seiring perkembangan zaman, nota sudah lebih praktis dan bisa menghemat pengeluaran dari pembelian kertas.

Sekarang, invoice sudah ada dalam bentuk digital di mana bentuknya jadi  lebih mudah diberikan.  Dan seiring maraknya invoice ini menimbulkan perbandingan mana yang lebih enak digunakan. Untuk itu, supaya kalian bisa tau perbandingan tersebut.

Ketahui selengkapnya di bawah ini.

Invoice Digital vs Invoice Kertas

1. Biaya

Dari informasi di atas dikatakan kalau kedua invoice tersebut mempunyai media yang berbeda-beda, di mana yang satu menggunakan kertas dan satunya memakai produk digital seperti smartphone atau komputer. Dengan perbedaan ini sudah terlihat jelas mengenai kebutuhan yang diperlukan.

Oleh karena itu, di sini akan ada biaya untuk membeli kebutuhan tersebut. Di mana kita harus membeli kertas untuk membuat invoice, atau cukup memanfaatkan komputer saja. Pemanfaatan komputer kalau saya rasa lebih praktis dan hemat di mana kita tinggal menggunakan program invoice.

Sedangkan dengan menggunakan invoice digital, kita harus membeli invoice sebagai catatan belanja pelanggan. Sementara itu, untuk harga nota tersebut kita harus mengeluarkan koceh sebesar Rp160ribu per invoice.

2. Pengiriman

Selain perbedaan yang cukup membuat kita tertarik di bidang harga. Soal pengiriman invoice pun sama-sama menjadi perbandingan berat, di mana kedua jenis invoice ini mempunyai perbedaan yang cukup jauh.

Dengan suatu perusahaan menggunakan invoice kertas, maka pengiriman invoice akan memerlukan perantara atau tenaga pengirim. Dan jika antara perusahaan ini lokasinya saling berjauhan, maka waktu sampai invoice ini akan lebih lama.

Hal ini pun akan berkaitan pula dengan pembayarannya kerja samanya. Dengan lama waktu terkirim invoice akan membuat lama pembayaran yang dilakukan.

Berbeda dengan produk digital, di mana invoice bisa dikirim menggunakan jejaring sosial. Bisa melalui email perusahaan. Meski lokasinya berbeda daerah bahkan negara, invoice akan diterima seketika invoice itu dikirim.

3. Resiko

Dan untuk perbandingan selanjutnya, di mana invoice ini bisa mempunyai resiko dan lagi-lagi invoice kertas yang paling parah. Hal ini dikarenakan invoice kertas hanya berupa lembaran tagihan tanpa backup jadi kalau hilang tidak bisa dikembalikan secara cepat.

Sedangkan untuk invoice bentuk digital, semua transaksi dari pengiriman invoice masih ada data yang bisa dikembalikan. Kalau invoice yang dikirim ada kesalahan, maka kita bisa kembali mengirimkan invoice yang perlukan.

4. Pembuatan

Dari sekian cara tersebut mungkin paling banyak mengatakan keunggulan invoice digital.memang itu benar adanya, tapi akan ada pengecualian saat kita membahas tentang pembuatannya. Pembuatan invoice kertas dan invoice digital bisa dikatakan lebih mudah yang kertas.

Hal ini dikarenakan dengan menggunakan invoice kertas, kita tinggal menuliskan produk apa saja yang menjadi media transaksi. Kita tinggal mencatat jenis, jumlah, dan harga dari produk tersebut. Setelah itu kita tinggal menyetorkan supaya pembeli segera melakukan pembayaran.

Sedangkan untuk invoice digital, meski sudah familiar tapi masih banyak orang yang bisa menggunakan. Pengetahuan teknologi yang kurang menjadikan beberapa orang tersebut jadi tidak bisa menggunakan. Untuk itu, pilihan mengenai invoice kertas rasanya adalah pilihan yang tepat.