Punya bakat seniman digital tapi tidak di manfaatkan? Sangat disayangkan kalau cuma jadi kemampuan yang tidak digunakan. Memang apa sih yang membuat kalian minder tidak mau mencoba peruntungan.
Padahal penghasilannya lumayan loh, dan bisa dikerjakan berdasarkan kontrak atau tenaga lepas (Freelance). Jangan ragu untuk mencoba sekali pun pemula tapi itu tidak masalah, asalkan kita memiliki kemampuan menjanjikan.
Terus apa lagi yang membuatmu ragu, banyak persaingan? Persaingan di dalam dunia kerja selalu ada. Dan semua akan kebagian penghasilan kalau memang itu sudah rezekinya. Untuk itu jangan patah semangat apalagi ragu mencoba.
Meskipun kita merupakan seorang pemula, tapi tenang saja. Ada sekian cara yang dapat digunakan, tak terkecuali menjadi freelance desain grafis. Dan oleh karena itu, seperti apa cara menjadi freelance desain grafis, maka ketahui tipsnya dibawah ini.
1. Daftar Sebagai Freelance di Situs Freelancer
Freenlance merupakan tenaga lepas dengan pekerjaan dicari dan diterima sendiri. Untuk mendapatkan pekerjaan tersebut ada berbagai cara yang dapat dilakukan.
Dan diantara cara tersebut mendaftar sebagai freelance di situs freelancer. Ada banyak situs yang dapat kita gunakan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Diantaranya ada Fiver, UpWork, dan Freelancer.
Sedangkan situs freelancer di Indonesia, kita bisa mendaftarkan diri di situs Projects.co.id, Sribulancer, dan Sribu.
Dari berbagai situs tersebut, kita bisa mendaftarkan diri di semua situs atau hanya beberapa saja. Itu terserah kalian, yang pentung tahu rules dan cara mendapat job dari situs tersebut.
2. Putuskan Spesialisasi Pekerjaan Berdasarkan Kemampuan
Jangan langsung terjun menjadi freelancer kalau belum tahu rules atau ketentuannya. Apalagi desain grafis memiliki spesialis dengan menggunakan skill bermacam-macam. Untuk itu juga sebelum melakoni sebagai freelancer tentukan spesialis pada diri anda.
Kita bisa memilih berdasarkan kemampuan, entah itu illustrasi, motion graphic, UX/UI, marketing, atau berbagai spesialis lainnya.
Dari berbagai bidang tersebut akan menentukan spesialis yang ada pada diri anda. Dengan begitu, jasa yang kita tawarkan dapat menonjolkan kemampuan dan job sebagai freelance bisa mudah didapatkan.
3. Kuasai Softwarenya
Dilihat dari spesialis diatas tentu ada banyak pilihan dan banyak pula metode yang digunakan. Meskipun untuk membuat itu semua dapat dilakukan di satu software, tapi teknik yang digunakan berbeda.
Dan itu tidak bisa disamakan seperti pembuatan desain ilustrator dengan UX/UI. Sekalipun tool yang digunakan sama seperti membuat kedua desain tersebut.
Dan disaat belum ada job masuk, kita jangan hanya pasrah dan menunggu kabar gembira. Dengan tidak adanya tender pekerjaan yang kita tawarkan tentu menjadikan waktu kosong.
Nah untuk mengisi kekosongan tersebut, kalian dapat terus mengasah skill atau membuat model desain menarik untuk dipasarkan kembali.
4. Terus Konsisten Menekuni Pekerjaan
Dan jika lama waktu yang kita nanti tidak kunjung membuahkan hasil, jangan patah semangat apalagi menyerah dengan apa yang dimulai.
Dari situ kata konsisten sangat diperlukan guna membuat kita mencari celah dari mana supaya desain yang ditawarkan ada peminatnya. Dari sini kita bisa mengoreksi adakah kesalahan dari strategi yang dibuat.
Apakah harga yang diberikan mahal, atau seperti apa. Koreksi semua hal yang telah kita mulai. Dan selain melakukan hal tersebut, buat juga hal-hal menarik seperti promosi, diskon supaya ada job yang bisa memberikan testimoni terhadap jasa yang ditawarkan.
Dan dengan banyak job yang diterima, dijamin deh nanti sangat enggan untuk beralih pandangan ke pekerjaan lain. Jadi jangan putus asa selagi kesuksesan belum ditemukan. Terus berusaha dan percaya pada kemampuan.