Menjadi seorang freelancer sama halnya membuka usaha di dunia nyata. Di mana butuh strategi dari penawaran harga, kualitas produk, dan keunggulan usaha yang dimiliki. Semua itu tentu menjadi cara jitu menggaet klien agar mau bekerja sama dengan kita.
Dan pada cara tersebut, hal tawar menawar sudah tidak terelak lagi untuk mencapai kesepakatan dari harga, pekerjaan, hingga tenggat waktu yang diperlukan. Sementara itu, pekerjaan freelancer merupakan salah satu pekerjaan baru, dan otomatis juga banyak orang baru yang mencoba.
Hal ini mengakibatkan banyak ketidaktahuan dan mungkin jarang ditemui, contoh saja tawar menawar tadi. Di mana pasti ditemui tapi tidak banyak yang tahu bagaimana cara melakukan penawaran yang bagus.
Oleh karena itu, untuk mencapai kesepakatan berujung kerja sama. Maka gunakan strategi penawaran freelancer, seperti di bawah ini.
Bagaimana Membuat Penawaran (Quotation) Untuk Freelance
1. Kenalkan Diri Anda
Oh iya, sebelum membahas detail pada poin ini, buat kalian yang bingung memang bisa freelancer membuat penawaran kepada klien.
Bisa sob, karena terkadang klien mencari freelancer dengan memasang iklan di situs freelancer. Dengan adanya iklan ini, kita bisa membuat penawaran untuk meyakinkan klien tersebut.
Sedangkan untuk membuat penawaran kepada calon klien itu, langkah pertama adalah dengan memperkenalkan diri sebaik mungkin.
Pengenalan dilakukan supaya calon klien tahu posisi dan dalam bidang apa kita bekerja. Buat pengenalan ini detail dan informatif, hal itu supaya klien yakin dan percaya dengan diri anda.
2. Berikan Portofolio
Dan dibalik pengenalan tersebut, jangan lupa untuk menyertakan porfolio dari projek yang pernah dibuat. Kita bisa memberikan profolio itu langsung lewat pesan, atau cukup dengan mencantumkannya di profile.
Unggah porfolio terbaik dan sesuai dengan kemampuan dan jasa yang ditawarkan. Sertakan porfolio yang kredibilitas, misal jasa yang ditawarkan adalah copywriter maka porfolio yang diberikan adalah hasil penulisan yang pernah di publis.
Dengan adanya porfolio macam ini, maka besar kemungkinan jasa yang kalian tawarkan akan di lirik dan menuai kesepakatan. Dan kalau mau meyakinkan lagi, kirim tawaran dalam bentuk cv, jadi kita kirim pesan resmi bukan hanya pengajuan sebagai calon klien mereka.
3. Jelaskan Harga yang Ditawarkan
Setelah kedua langkah sudah dilakukan dan calon klien menanggapi perihal jasa yang ditawarkan. Maka tanggapi kembali penawaran tersebut dengan memberikan list jasa dan harga yang diajukan. Harga menjadi titik krusial untuk mencapai kesepakatan, untuk itu beri harga pas dan sesuai standar jasa umumnya.
Dan dibalik harga yang diberikan, informasikan juga layanan yang akan klien dapatkan. Misal kita ambil sebagai jasa tulis, maka di sana ada layanan revisi, riset keyword, dan berbagai hal yang berkaitan dengan penulisan.
Atau bisa juga dengan memberikan bonus mengenai layanan yang ditawarkan. Bonus itu seputar jasa yang ditawarkan, kalau sebagai penulisan itu seperti pembahan kata dari tulisannya. Atau bisa juga dengan memberikan free keyword untuk klien kita.
4. Waktu Selesai Pekerjaan
Jika sudah menemukan titik terang mengenai kesepakatan dengan calon klien kita. Kini tanyakan tenggat waktu untuk projek yang diberikan. Tenggat waktu atau deadline penting untuk ditanyakan supaya tidak ada kesalahan informasi tentang projek tersebut.
Buat semua informasi itu jelas dan tidak ada kesalahan, dan teruntuk mencapai kesepakatan ini pasti ada tawa menawar. Hal itu lumrah terjadi di setiap usaha yang ada, dan untuk itu capai kesepakatan secara profesional supaya calon klien yakin dengan kemampuan kalian.