Semua pebisnis pasti tahu seberapa penting laporan keuangan terhadap usaha yang dijalani. Laporan keuangan yang mencatat seluruh modal usaha dari masuk dan keluar keuangan menjadi catatan penting sebagai bentuk pertumbuhan usaha.
Sebagai seorang yang menjalankan usaha, laporan keuangan akan selalu dipikirkan untuk mengetahui kebutuhan modal yang digunakan. Entah itu usaha yang skala nya sudah besar atau kecil, semua membutuhkan laporan keuangan.
Hal ini pun sama saja dengan kita, di mana kita perlu membuat dan mengetahui cara membuat laporan keuangan.
Namun, jika kalian masih awam mengetahui cara membuat laporan tersebut. Maka tidak perlu risau, untuk mengetahui cara membuat laporan keuangan perusahaan, anda bisa mengetahuinya di bawah ini.
Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan
Dari pengetahuan yang pernah saya pelajari, semua laporan keuangan yang kita buat dari perhitungan-perhitungan keuangan yang terpisah. Semua perhitungan tersebut akan masuk ke dalam buku besar, di sini kita akan mengelompokkan semua perhitungan dalam satu bulannya hingga mendapatkan nominal yang sesuai.
Saat menyusun laporan keuangan di bukur besar, kita harus memperhatikan beberapa komponen yang wajib disertakan. Dan ini akan menjadi perhitungan yang dapat memengaruhi tepat tidaknya laporan keuangan ini dibuat. Dari komponen tersebut, diantaranya.
- Neraca atau laporan posisi keuangan, merupakan laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode atau akhir tahun.
- Laporan laba rugi, adalah bagian di dalam laporan keuangan perusahaan yang memuat tentang pendapatan dan beban perusahaan untuk menemukan keuntungan atau laba bersih, biasanya dihitung per bulannya.
- Laporan perubahan modal, adalah laporan yang pencatatan-nyamemuat ikhtisar perubahan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode, misalnya satu bulan atau satu tahun.
- Laporan arus kas, adalah laporan yang isinya memuat keuangan perusahaan yang masuk dan keluardalam periode tertentu.
Dari beberapa komponen laporan keuangan di atas, semua akan dijadikan satu perhitungan di dalam buku besar. Dari beberapa perhitungan tersebut, memuat komponen yang dihitung hingga menemukan persamaan angka yang jadi nilai akhir dari perhitungan.
Dan untuk melakukan perhitungan sebut, mari kita lanjutkan untuk mengetahui caranya di bawah ini.
- Menyusun Neraca Saldo
Penyusunan neraca saldo dilakukan saat semua jurnal sudah di masukan ke dalam setiap perhitungan atau rekening di dalam buku besar. Membuat neraca saldo membutuhkan daftar rekening buku besar dengan menggunakan saldo debit dan kredit.
Di sini kita akan melakukan perhitungan untuk menemukan angka yang di masukan apakah seimbang atau tidak. Keseimbangan angka akan menjadi titik penting dan harus sebab kalau ada perbedaan satu angka saja, maka perhitungan ini bisa dikatakan salah.
- Membuat Jurnal Penyesuaian
Beberapa transaksi yang tidak tercatat di akhir periode, maka data tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian. Sama seperti sebelumnya, di sini kita akan menghitung untuk menemukan keseimbangan debit dan kredit.
- Menyusun Neraca Lajur
Setelah neraca saldo dan jurnal penyesuaian ini berhasil dibuat, kini kita lanjutkan untuk melakukan perhitungan dengan menggunakan hasil perhitungan kedua perhitungan tersebut.
Maksudnya kita hitung kembali antara neraca saldo dan jurnal penyesuaian di dalam neraca lajur. Saldo yang kita hitung akan menampakkan kesamaan dari perhitungan dan nanti akan di alihkan ke dalam laba rugi.
- Menyusun Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang sebelumnya sudah dibuat kini akan memudahkan kita untuk menemukan hasil dari laba rugi. Kedua laporan yang menghasilkan neraca dan laba rugi akan mudah ditemukan dan dibaca untuk dianalisis.
- Jurnal Penutup
Dari laba rugi yang sudah diketahui, kini kita tinggal membuat jurnal penutup untuk menutup rekening laba rugi. Jurnal penutup ini akan menjadi dasar untuk neraca salso untuk periode selanjutnya.
- Menyusun Neraca Saldo
Setelah semua itu sudah dilakukan, kini cek keseimbangan debet dan kredit dengan membuat neraca saldo. Data dari neraca saldo diambil dari rekening real dan tidak memasukkan rekening yang sudah ditutup.