Profolio sudah sering kita selipkan diantara berbagai cara membuat jasa freelancer, cara melengkapi profil diri, hingga hal lain mengenai dunia freelancer. Porfolio selalu muncul diantara sekian cara tersebut, dan tentunya kalian mengetahui hal ini.
Memang tidak bisa dibantah lagi, karena dengan porfolio lah klien tahu proyek yang kita selesaikan. Klien akan memahami kemampuan yang bisa diandalkan, jadi tidak heran kalau diantara cara tersebut, porfolio hadir sebagai salah satu bahan yang harus disertakan.
Tapi, meski porfolio itu selalu ada diantara sekian cara tersebut. Apakah kalian paham secara spesifik tentang porfolio, memangnya kalian tau seperti apa bentuk porfolio. Nah, jika kalian kurang begitu memahaminya, maka berikut ini adalah cara membuat porfolio freelancer.
Cara Membuat Portofolio Freelance
Tentukan Keahlian Spesifik
Dari pembahasan yang mengatakan porfolio itu sangat penting disertakan, memang pada kenyataannya itu benar adanya. Porfolio akan menjadi tolak ukuran klien jika mereka tertarik dan ingin mengetahui hasil yang pernah kita buat.
Contoh saja kalau kalian mempunyai kemampuan di bidang menulis. Pengetahuan tentang dasar menulis yang baik dan enak dibaca akan menjadi pengaruh unn klien.
Apalagi untuk sekarang kemampuan menulis itu dibutuhkan dengan spesifikasi SEO. Artinya teknik menulis yang dimiliki harus ada standar artikel SEO supaya artikel yang dibuat bisa nangkring di halaman pertama Google.
Dengan begitu, pastinya kemampuan ini akan terus bekaitan dan dinatara satu bidang dengan yang lain itu berbeda. Oleh karena itu, mantapkan terlebih dahulu diri anda untuk memulai freelancer dari bidang apa.
Siapkan Konten
Setelah kalian mengetahui kemampuan dan yakin dengan keahlian yang dimiliki. Kini saatnya mempersiapkan konten yang nanti akan menjadi tolak ukur klien. Siapkan konten sebaik mungkin karena ini akan menjadi sebuah penilaian dari hasil keahlian.
Untuk kontennya, kalian bisa membuatnya secara bebas. Mau tentang apa dan seperti apa hasilnya, kalian kreasikan saja keahlian dan kemampuan. Saya tidak bisa memberi gambaran secara spesifik, hal ini dikarenakan setiap kemapuan yang kalian miliki itu berbeda-beda.
Tapi kalau dari apa yang saya bisa yaitu sebagai seorang penulis. Kita bisa membuat konten dengan menggunakan bahasa yang menarik dan unik.
Tapi inti dari pembahasan tetap ada dan memberikan pemahaman yang mudah. Yang penting adalah kita harus membuat konetn yang mencerminkan diri penulis atau pembuatnya.
Platform Untuk Porfolio
Selain masalah konten yang tidak bisa tersampaikan keseluruhan, platfrom atau wadah yang digunakan pun demikian. Tidak sebuah tempat bisa kita gunakan sebagai wadah menuangkan konten yang dibuat.
Sedangkan platform itu sendiri, kalian bisa menggunakan wadah seperti media sosial, situs website, hingga lainnya. Semua wadah tersebut bisa dijadikan tempat untuk mengupload profolio tapi ada garis bawah tergantung bidang dan keahlian kalian.
Untuk contohnya jika kalian ahli dalam desain grafis, maka platform media sosial cocok untuk digunakan. Sedangkan kalau kalian adalah seorang penulis, maka platform tersebut kurang pas dan lebih cocok jika menggunakan situs website.
Rangkaian Bagian Porfolio
Sedangkan untuk yang terakhir, jika kalian bingung untuk membuat porfolio yang bentuknya seperti apa. Perlu anda tahu kalau porfolio itu bukan lah dokumen seperti cv atau sejenisnya, porfolio memang penting disertakan tapi bentuknya lebih ke hasil karya.
Jadi hasil karya yang kalian buat entah itu tulisan, gambar karakter, videografi, website, aplikasi, dan masih banyak lagi. Semua itu adalah bentuk dari porfolio dan bisa kita sertakan sebagai pelengkap profil freelancer anda.