Sudah sering kita bahas tapi ternyata belum banyak yang menerapkan cara manajemen waktu freelancer. Padahal di antara cara tersebut mudah untuk dilakukan loh. Entah caranya kurang cocok dengan kalian atau kurang efektif digunakan, ya entah lah.
Saya tidak bisa menyimpulkan mana yang benar dan salah. Tapi perlu saya tegaskan kalau melakukan manajemen waku freelancer itu penting. Dengan buat daftar pekerjaan yang jelas, waktu dan tugas kita pun akan mudah di atasi.
Kita bisa mengerjakan tugas yang sudah terstruktur dengan waktu yang ditentukan. Bisa dikatakan ini menjadi langkah krusial untuk melancarkan pekerjaan freelancer kita. Tapi kalau kalian tetap kesulitan, mungkin tips praktis manajemen waktu bagi freelancer cocok di bawah ini cocok digunakan.
Tips Praktis Manajemen Waktu Bagi Freelancer
1. Membuat Schedule Pekerjaan Kita
Saat anda mendapatkan job atau proyek freelancer yang banyak, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat schedule. Bagi yang tidak tahu apa itu schedul? Schedule bisa diartikan sebagai susunan acara atau daftar yang akan dilakukan.
Kalau dikaitkan dengan pekerjaan freelancer, maka artinya daftar pekerjaan yang akan kita lakukan. Maksudnya, daftar pekerjaan yang akan kita kerjakan yang sudah ditentukan di jadwal tersebut.
Di sini kita bisa merangkai kegiatan yang akan dilakukan, entah itu yang berkaitan dengan freelancer atau tidak. Kegiatan yang sudah disusun ini akan memberikan penggambaran aktivitas yang bisa anda lakukan.
Dengan adanya jadwal atau schedule seperti ini, kita akan terbantu dan tidak ada aktivitas yang bertabrakan. Selain itu, perhatikan juga masa deadline supaya daftar yang dibuat memenuhi waktu yang ditentukan klien.
2. Membuat Target Pekerjaan yang Diselesaikan
Nah, setelah kita membuat schedule atau daftar pekerjaan tadi, kini kalian harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah di buat tadi. Kerjakan pekerjaan yang dibuat di waktu itu.
Kita jangan sampai menunda bahkan kalau bisa hindari aktivitas yang mengganggu pekerjaan kita. Kalau ada pekerjaan yang masuk dikerjakan di hari esok, secara otomatis tugas kita akan bertambah.
Dan jika ini dilakukan secara terus menerus hingga membuat banyak penumpukan pekerjaan, maka daftar pekerjaan yang dibuat tadi jadi berantakan.
Untuk itu, lebih baik kerjakan sesuai daftar yang dibuat, kerjakan pekerjaan sesuai target. Dan selesaikan sesuai daftar pekerjaan yang dibuat tadi.
3. Jangan Ambil Banyak Proyek Freelance
Meski dengan mendapat proyek yang banyak itu bisa membuat kantong kita semakin gemuk. Tapi perlu anda ingat kalau kemampuan yang dimiliki itu terbatas. Untuk itu kita jangan terlalu ambisius untuk menerima semua tawaran proyek dari klien.
Perhatikan kemampuan anda kalau mampu mengerjakan tambahan proyek dari klien, ya tidak papa. Kalau masih ragu dengan proyek tersebut, lebih baik tolak. Apalagi kalau proyeknya mepet dengan pekerjaan yang baru kita kerjakan.
Sebab kalau kita menerima ternyata waktu dan kemampuan tidak mencukupi, yang ada malah kita kewalahan. Kita jadi tidak bisa membagi waktu, mengatur pekerjaan yang harus diselesaikan. Alhasil berbagai cara di atas jadi berantakan.
4. Perhatikan Waktu Libur Anda
Menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin memang bisa membuat proyek selesai lebih cepat. Tapi anda jangan terus bekerja anpa mempunyai waktu libur apalagi istirahat. Walau menyelesaikan cepat pekerjaan itu bagus, tapi kalau anda melakukannya secara maraton maka akibatnya bisa buruk.
Selain itu, kenapa juga kalian harus mengerjakan pekerjaan tersebut tanpa istirahat. Padahal semua pekerjaan tersebut sudah di atur di awal pembahan. Dengan adanya schedule yang dibuat ini, kita harus menyertakan kapan waktu kerja dan libur.
Untuk mengembalikan energi yang digunakan saat bekerja, kita membutuhkan hari libur untuk memulihkannya. Sementara itu, waktu libur pun bisa kita jadikan hari santai meninggalkan beban pekerjaan dan menjadikan pikiran lebih segar.